Amalan Rebo Wekasan di Bulan Safar dan Hukum Mengerjakannya

- Selasa, 20 September 2022 | 10:33 WIB
Berikut ini adalah penjelasan mengenai hukum mengerjakan amalan di hari Rebo Wekasan bulan Safar apakah haram menurut Al Quran dan hadist
Berikut ini adalah penjelasan mengenai hukum mengerjakan amalan di hari Rebo Wekasan bulan Safar apakah haram menurut Al Quran dan hadist

 

 

JATENGNETWORK.COM - Beberapa orang berpandangan bahwa hari rabu terakhir atau Rebo Wekasan di bulan Safar dipercayai sebagai bulan tasaum atau anggapan sial.

Tasaum sendiri sebenarnya telah terkenal pada umat pendahulu jahiliah yang ternyata masih dipercayai oleh sebagian masyarakat muslimin hingga sampai saat ini.

Adapun bab kesialan dalam al Quran dan hadist juga sedikit menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana dalam firman Allah Ta'ala yang menjelaskan tentang :

Baca Juga: Percaya Rebo Wekasan adalah Hari Nahas, Haram? Begini Penjelasannya

"Kaum 'Aad pun mendustakan (pula) maka alangkah dahsyatnya azab-Ku dan
ancaman-anamanKu, sesungguhnya kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang sangat kencang pada hari nahas yang terus-menerus yang menggelimpangkan manusia seakan-akan mereka pokok korma yang tumbang."(QS Al Qomar: 18-20)

Imam al Bagawi dalam tadsir Ma'alim al Tanzil menceritakan kejadian dimana fi Yawmi Nahsin Mustammir itu terjadi dan tepat di hari rabu terakhir bulan Safar.

Lantas bagaimanakah hukum mengerjakan amalan di Rebo Wekasan bulan Safar?

Baca Juga: Masuk ke Rebo Wekasan di Bulan Safar, Bolehkah Mengerjakan Amalan Untuk Menolak Bala?

Mengutip dari laman NU Online, dalam HR Imam Bukhari dan Muslim, Abu Hurairah pernah berkata bahwa Rasulullah bersabda :

"Tidak ada wabah (yang menyebar dengan sendirinya tanpa kehendak Allah) tidak pula ramalan sial, tidak pula burung hantu dan juga tidak ada kesialan pada bulab Safar. Menghindarlah dari penyakit kusta sebagaimana engkau menghindari singa".

Ungkapan laa 'adwaa' yang artinya tidak ada penyakit dalam hadist digunakan untuk meluruskan kepercayaan orang jahiliah bahwa penyakit itu datang dan menular dengan sendirinya.

Baca Juga: Panen Segudang Amalan Hanya dari Shalat Tasbih, Inilah Tata Cara Shalatnya

Halaman:

Editor: Aisya Nur Aziza

Sumber: NU Online

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X